Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Oktober 2017

Temen adakah?

Teman
Kadang ada kadang tidak
Kadang selalu ada, kadang ada maunya saja
Syukur-syukur punya teman

Tapi.........

Ibu
Singa betina yang selalu ada untukku - kendji Girac
Orang yang selalu memanjakan aku sampai sekarang - Melly Goeslaw
Orang yang aku selalu sayangi
Walau sekarang sudah pikun
Lupa lagi masak nasi trus beras ngembang
Lupa ngangkat ikan yang digoreng hingga gosong
Engkau selalu ingat siapa aku
Anak yang paling bandel
Bikin khawatir kalau udah pergi

Bapak
Mendidik dengan caramu - Amir
Rela makan nasi sama garam asal anaknya makan ikan
Pernah berbohong ia sehat trus jatuh dari motor karena darah rendah
Tidak pernah (terdengar dan terlihat) menangis dan mengeluh

Bukan keberuntungan tetapi Tuhan mendengar doa ibumu
Bukan kebetulan, semua telah tertulis bahkan sebelum Adam hadir

Tapi semua bisa diubah ketika usaha untuk berubah
Tidak dengan mati
Tidak bisa ditunda atau dimajukan meski 1 ms
Apapun teknologi nya

Kalo emang mereka cinta kenapa bohong
Demi kebahagiaan anaknya
Tidak tersedar memang

Dulu
Aku percaya bahwa karena otak semua bisa sukses
Guru menentukan nilai tinggi
Dosen adalah orang yang tidak terbantahkan
Presiden orang nomor satu di negaranya

Sekarang
Aku tetap percaya bahwa
Aku sayang ibu, ibu, ibu
Bapak
Begitupun mereka

Ska, Oktober 3th 2017

Bukan siapa-siapa

Rabu, 28 September 2016

Rindu Bukan Hanya Milikmu

Tak sempat berbicara kepadaku
Tak bisa melihat langsung
Tak tercapai oleh tangan yang pendek
Tidak bisa terbuat menjadi rumah

Kadang aku sadar
Mengapa rumput lebih hijau setelah dipupuk
Ada apa dengan di Amerika utara
Dapatkah aku menghitung jarimu
Pantaskah aku disini
Aku tidak suka kamu
Hanya taruhan perasaan

Kadang bangun membuka mata uang
Sementara sejuta lainnya sudah diperkirakan
Tapi tidak terbuat oleh apapun
Hanya penyesalan semata
Tidak berusaha kiramu berbeda
Kamu kutunggu disini

Hujan di Pagi Hari

Syahdu pagi ini
Tiada burung berkicau
Tiada suara ayam berkokok memecah kesunyian
Hanya seberkas suara hujan membawa sejuta pesan
Semua mengatur kesetimbangan makhluk
Setelah beberapa lama kerontang

Seorang anak berjalan sendiri ke sekolah
Tidak ada patung dan menjadi kaku
Seakan semua nyata

Seorang ibu tidak mampu meraih
Hanya sejenis tongkat dari plastik
Barang yang tidak terlihat manusia biasa

Begitu mereka melihat
Tidak saling kenal
Bahkan membau
Sama sekali
Buta fana
Entah

Sampah yang terhormat memang bukan di mulut ratu
Apalagi di mulut seekor serigala atau singa
Hanya rakyat jelata

Tangisan bayi tidak memilukan
Tidak pernah menjadi beban
Keluarga bukan seperti ibu
Hanya orang tua

Angin dapat membalas pohon rambutan di pinggir sawah
Petir menyala meninggi bambu
Rumput mulai menggunung menutup ilmu
Aku penat
Tidak ada rumah

Matahari sudah lupa orbit
Tidak pula gerhana.
Hanya bodoh yang tahu jalan
Bukan menunjukan tapi menuju sana
Tidak berlebihan kebenaran
Bukan sampai ke ibadah
Tidak berlebihan kebenaran

Selasa, 24 Mei 2016

Terindah

Suatu ketika dulu
Aku pernah dihanyut asmara
Tapi tak pernah ku tenggelam
Karena kekuatan cintamu
Menjadi perahu dan payungku
Hanyalah engkau yang mampu
Melenyapkan ragu menjadi tahu
Memupuskan kelu menjadi eru
Hanya engkaulah yang bisa
Menggantikan tawar menjadi rasa
Menggantikan tiada menjadi ada
Karena hanya engkaulah
Yang terindah di hidupku

Rabu, 10 Februari 2016

Aku bukan lagi aku

Bukan dirasuki setan atau iblis
Apalagi seorang malaikat yang baik hati
Ketika api bertemu air
Semua menjadi berbeda dari awal
Bukan karena salah orang
Bukan pula salah ajaran
Hanya sebuah drama hidup
Pemain ikut jalan cerita
Cerita gadis yang dilupakan sang bujang
Sebuah tangisan perubahan bukan main
Namun kematian adalah peristiwa harapan

Nah
Sekarang semua bunga nampak bersinar
Kembang merekah memancarkan sejuta warna
Duri yang tajam tidak terlihat
Harum semerbak menebarkan racun
Ketika semua mendukung kematian
Tidakkah kau menyadari?
Bukan kemasukan setan
Inilah dia
Hampa
Fana
Ah!

Seribu syair coba dibuat
Membangunkan hati yang keruh
Tercemar racun empedu
Hatinya pecah!
Tak mampu lagi merasa panas dingin
Tak ingat lagi kapan berubah terakhir kalinya
Begitu vakum
Tak mendengar suara
Zéro
0

Rabu, 07 Oktober 2015

Apakah mungkin?

Saya memang tidak berani merasa sedih
Saat tidak ada mimpi tergantung di langit
tetapi sebuah janji memang bukan impian
Sebuah klise tepatnya

Ketika malaikat tersenyum kepadaku
untuk mengambil jiwa raga ini
aku masih bisa untuk mengungkapkan rasa
rasa terpaksa percaya kepada semua
semua kebohongan dari kamu

tapi aku tau ini bukan sebenarnya
hanya bunga tidur menuju pagi yang cerah
cerah bersama bintang terdekat

semua perasaan sekarang bercampur aduk
larut dalam air yang tidak berwarna
tidak terpengaruh apapun
tidak akan terganggu
itulah cinta

sebenarnya telah lama rasa ini terpendam
namun kamu berhasil menggalinya
seperti petir di siang bolong
di langit yang tanpa mendung
menghasilkan senyawa baru

tak pernah terbayangkan ini terjadi
ketika biru melanda hati
hitam di depan mata
namun sekarang tidak berwarna
hanya berubah oleh keindahan
kegelapan hilang begitu saja

tidak masuk akal memang
seperti lupa pada masa lalu
mulai awal yang baru dan bersih

Hey
tak lupa dengan sebelum ini?
kemarin gagal dan sakit!
Hah. Itu hanya mimpi buruk bukan fakta
Termaafkan oleh kamu

Menghapus semua duka
One Thing I Should Have Done

Jumat, 28 Agustus 2015

Bintangku

Pernah melihat sebuah bintang di matamu
Sejuta cahaya yang menyilaukan tanpa jemu
Meski sejuta warna yang tidaklah semu
Namun pilihanku tetap kamu.

Sebuah benih di taman jingga
Membuat semua indah bahkan sangat berharga
Begitu ranum tidak ada terhingga
Lupa kalau jiwa harus bersama raga
Ini yang disebut surga
Surga yang sangat berharga
Hingga suatu saat nanti

Begitu mudah tangisan berubah menjadi canda
Seakan lupa tidak ada beranda
Datang tanpa permisi melewati semua
Ini tidak akan berhenti di sebuah stasiun

Angin  semilir mendinginkan bumi
Bahkan tidak disadari hingga musim semi
Terjadi di muka bumi

Harum semerbak kembang memecah kesunyian malam
Dingin angin menusuk tulang
Bukanlah ini tujuan utama
Tidak sadar semua, buta

Pikir hebat menari diatas pensil
Sebagai penantian di musim semi
Bersama sejuta mimpi yang pernah dibuat

Semua kini jadi vakum
Tidak ada udara, tidak ada yang tercium
Semua hilang secepat cahaya
Sesak napas melanda sejuta manusia
Bahkan sangat tragis
Sebab seberkas debu butalah mata
Tidak bisa mendengar deru bayu
Yang dapat memecah rasa manis

Mencoba lupa saat jatuh jurang
Namun semua telah mendarah daging
Semua telah terbiasa
Tangis sampai sedu tak mengubah dunia
Menambah sejuta problematika
Tidak dapat secara matematika
Tidak masuk kategori logika
Hanya bisa bersama retorika

Drama itu selalu ada
Rapuh, renta, miskin
Hanya satu yang bisa merubah jati diri
Bersama mata pertama.
Itu kamu

Kamis, 07 Mei 2015

Dear My Lover

Hai kamu!
Aku gak pernah paham, mengapa ini terjadi.
Begitu cepat seperti kilat.
Mungkin ini cinta.
Aku menyukai perasaanku
Ketika memutuskan untuk bersama
Bukan harta maupun raga
Tapi aku suka jiwamu

Ah itu lebay!
Nggak, cuma tulisan.
Coba aja langsung.
Aku gak berani
Gak mampu mengungkap

Mungkin jika besok kita bertemu kembali.
Akan ku katakan bahwa aku bohong
Pura-Pura tidak suka

Saya harap engkau sadar
Bukan karena terhipnotis cinta
Yang mengikat dua insan
Sampai ajal memisahkan
Tapi sadar karena aku menyukai kamu

Aku tidak akan lupa
Pertemuan terindah di mimpi kita
Walaupun aku sadar itu mimpi
Tapi itu cinta
No matter what you are

Jauh memang
Tapi hati sudah satu
We're one

Ya cinta memang sebodoh itu
Membuat ku mabuk dan lupa.
Lupa bahwa ini adalah cinta.
Karena aku cinta.
Mengapa harus cinta?
Cinta kita berdua.

Aku ingin mengatakan bahwa aku sedang gila
Kamu satu-satunya tersangka
Terima kasih memberi hak kepada tawanan
Aku betah ditawan
Walau harus gila

Minggu, 11 Desember 2011

Μερικές φορές οι άνθρωποι σκέφτονται ελεύθερα

Μερικές φορές οι άνθρωποι σκέφτονται ελεύθερα
Μερικές φορές, επίσης, να είναι αυθαίρετα
Αλλά τα γεγονότα συνέβησαν
Οι καρχαρίες ήρθε
Η υποχρέωσή μας να συλλέγουν
Παρά το γεγονός ότι μερικές φορές τα δικαιώματά μας καταπατούνται
Θα κυνηγήσει το κέρδος
Αλλά δεν συνειδητοποιούν;
Θα επιδεινώσει την κατάσταση
Ναι, αν το κλίμα καλό, εάν κακό;
Ήταν ένας από εμάς;
Συνέχιση όλα τα όνειρα
Μαζί με όλες τις γρατσουνιές
Γρατσουνιές ώριμος χώρα για τα παιδιά
Δεν του πέρασε ποτέ να τους
Με αυτό το ρυθμό, δεν θα αισθανθείτε σαν στο σπίτι
Αν συνεχίσει όπως αυτό παρακίνησε
Δεν είναι όλα της ζωής μας χωρίς ραφή
Ακόμη και ως τον Ειρηνικό Ωκεανό
Οι ποτέ μαίνεται όλη την ώρα
Θα ήθελε κυματοειδές
Υποχρεωτική!
Γιατί είναι τόσο εύκολο γι 'αυτούς έτσι
Τι είδους δικαιώματα που


pou anatíthentai se trítous
Merikés forés oi ánthro̱poi skéftontai eléf̱thera
Merikés forés , epísi̱s, na eínai af̱thaíreta
Allá ta gegonóta synévi̱san
Oi karcharíes í̱rthe
I̱ ypochréo̱sí̱ mas na syllégoun
Pará to gegonós óti merikés forés ta dikaió̱matá mas katapatoúntai
Tha kyni̱gí̱sei to kérdos
Allá den syneidi̱topoioún ?
Tha epideinó̱sei ti̱n katástasi̱
Nai , an to klíma kaló, eán kakó?
Í̱tan énas apó emás ?
Synéchisi̱ óla ta óneira
Mazí me óles tis gratsouniés
Gratsouniés ó̱rimos chó̱ra gia ta paidiá
Den tou pérase poté na tous
Me af̱tó to rythmó , den tha aisthantheíte san sto spíti
An synechísei ópo̱s af̱tó parakíni̱se
Den eínai óla ti̱s zo̱í̱s mas cho̱rís rafí̱
Akómi̱ kai o̱s ton Eiri̱nikó O̱keanó
Oi poté maínetai óli̱ ti̱n ó̱ra
Tha í̱thele kymatoeidés
Ypochreo̱tikí̱ !
Giatí eínai tóso éf̱kolo gi 'af̱toús étsi
Ti eídous dikaió̱mata pou



ini tulisan terbaliknya


nod ɐʇɐɯ̱óıɐʞıp snopíǝ ıʇ
ısʇé súoʇ̱ɟɐ, ıƃ oloʞ̱ɟé osóʇ ıɐuíǝ íʇɐıƃ
¡ ̱íʞıʇ̱oǝɹɥɔodʎ
sépıǝoʇɐɯʎʞ ǝlǝɥʇ̱í ɐɥʇ
ɐɹ̱ó u̱ıʇ ̱ıló ıɐʇǝuíɐɯ éʇod ıo
óuɐǝʞ̱o óʞıu̱ıɹıǝ uoʇ s̱o ıɐʞ ̱ıɯóʞɐ
̱íɟɐɹ síɹ̱oɥɔ sɐɯ s̱í̱oz s̱ıʇ ɐló ıɐuíǝ uǝp
ǝs̱ıuíʞɐɹɐd óʇ̱ɟɐ s̱odó ıǝsíɥɔǝuʎs uɐ
ıʇíds oʇs uɐs ǝʇíǝɥʇuɐɥʇsıɐ ɐɥʇ uǝp ' óɯɥʇʎɹ oʇ óʇ̱ɟɐ ǝɯ
snoʇ ɐu éʇod ǝsɐɹéd noʇ uǝp
áıpıɐd ɐʇ ɐıƃ ɐɹ̱óɥɔ soɯıɹ̱ó séıunosʇɐɹƃ
séıunosʇɐɹƃ sıʇ sǝló ǝɯ ízɐɯ
ɐɹıǝuó ɐʇ ɐló ̱ısıɥɔéuʎs
¿ sáɯǝ ódɐ sɐué uɐʇ̱í
¿óʞɐʞ uáǝ 'ólɐʞ ɐɯílʞ oʇ uɐ ' ıɐu
̱ısɐʇsáʇɐʞ u̱ıʇ ıǝs̱óuıǝpıdǝ ɐɥʇ
¿ uúoıodoʇ̱ıpıǝuʎs uǝp állɐ
sopɹéʞ oʇ ıǝs̱íƃ̱ıuʎʞ ɐɥʇ
ıɐʇuúoʇɐdɐʇɐʞ sɐɯ áʇɐɯ̱óıɐʞıp ɐʇ séɹoɟ séʞıɹǝɯ ıʇó sóuoƃǝƃ oʇ áɹɐd
unoƃéllʎs ɐu sɐɯ ̱ís̱oéɹɥɔodʎ ̱ı
ǝɥʇɹ̱í sǝíɹɐɥɔɹɐʞ ıo
uɐs̱ıʌéuʎs ɐʇóuoƃǝƃ ɐʇ állɐ
ɐʇǝɹíɐɥʇ̱ɟɐ ıɐuíǝ ɐu 's̱ısídǝ ' séɹoɟ séʞıɹǝɯ
ɐɹǝɥʇ̱ɟélǝ ıɐʇuoʇɟéʞs ıoḏoɹɥʇuá ıo séɹoɟ séʞıɹǝɯ
snoʇíɹʇ ǝs ıɐʇuǝɥʇíʇɐuɐ nod


υοπ αταμώιακιδ ςυοδίε ισ
ιστέ ςύοτυα, ιγ ολοκύε οσότ ιανίε ίταιγ
¡ήκιτωερχοπσ
ςέδιεοταμυκ ελεθή αθ
αρώ νητ ηλό ιατενίαμ έτοπ ιο
όναεκσ όκινηριε νοτ ςω ιακ ημόκα
ήφαρ ςίρωχ ςαμ ςήωζ ςητ αλό ιανίε νεδ
εσηνίκαραπ ότυα ςωπό ιεσίχενυσ να
ιτίπσ οτσ νασ ετίεθναθσια αθ νεδ 'όμθυρ οτ ότυα εμ
ςυοτ αν έτοπ εσαρέπ υοτ νεδ
άιδιαπ ατ αιγ αρώχ ςομιρώ ςέινυοσταργ
ςέινυοσταργ ςιτ ςελό εμ ίζαμ
αριενό ατ αλό ησιχένυσ
؛ςάμε όπα ςανέ νατή
؛όκακ νάε 'όλακ αμίλκ οτ να 'ιαν
ησατσάτακ νητ ιεσώνιεδιπε αθ
؛νύοιοποτηδιενυσ νεδ άλλα
ςοδρέκ οτ ιεσήγηνυκ αθ
ιατνύοταπατακ ςαμ άταμώιακιδ ατ ςέροφ ςέκιρεμ ιτό ςόνογεγ οτ άραπ
νυογέλλυσ αν ςαμ ήσωέρχοπυ η
εθρή ςείραχρακ ιο
νασηβένυσ ατόνογεγ ατ άλλα
ατερίαθυα ιανίε αν 'ςησίπε 'ςέροφ ςέκιρεμ
αρεθύελε ιατνοτφέκσ ιοπωρθνά ιο ςέροφ ςέκιρεμ