Sabtu, 20 Agustus 2016

Sudah pantaskah anda menerima apa yang seharusnya diterima?

Saya memiliki seorang bahkan lebih teman yang berada pada kondisi yang tidak kekurangan bahkan lebih. Beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu tetap diterimanya. Ketika beberapa saingan mereka yang seharusnya dapat mengenyam pendidikan yang layak sekarang malah hanya sampai pada pendidikan menengah, tidakkah mereka sadar bahwa itu penganiayaan? Sekarang ada kok beasiswa untuk kalian yang tidak memandang status penghasilan!

Saya sedih melihat mantan siswa saya yang sekarang menjadi buruh padahal dulu merupakan anak yang tidak kalah dengan yang lain. Memang saya juga setuju bahwa orang sukses tidak harus mengenyam pendidikan tinggi. Namun ilmu lah yang lebih penting dari pada sebuah gelar yang hanya menambah panjang penulisan nama.

Mungkin budaya kita yang suka diberi meskipun tidak pantas menerimanya. Lihat saja beberapa bantuan orang miskin kemudian digasak orang mampu. Jalur afirmasi pada pendidikan menengah dipenuhi oleh anak orang berpangkat perwira. Saya pernah membaca di negara maju malah rakyat miskin malu menerima tunjangan pemerintah yang seharusnya milik mereka. Itu karena sebagian mereka merasa tidak layak menerima. Seperti sebuah penghinaan bagi mereka yang menurut bangsa kita merupakan penghargaan.

Refleksi: saya menginginkan seleksi yang benar pada saat seleksi. Bukan memberikan sesuai porsi nya itu lebih nikmat? 

Kamis, 16 Juni 2016

Solo atau Bandung

Ketika memilih dua tempat ini, maka saya tidak bisa memilih. Namun akan saya ungkap beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Berikut ini adalah kelebihan Bandung dibanding solo
1. Bandung lebih luas kota nya dari pada solo
Saya tidak terlalu tahu pasti mana yang lebih besar secara luas. Namun secara umum lebih luas Bandung. Ini mungkin disebabkan oleh macet nya bandung, sehingga mau ke daerah yang tidak terlalu jauh juga lama dan jauh ditempuh. Bayangkan saja, jika anda naik bus dari bandara internasional adi sumarno boyolali ke kampus universitas sebelas maret solo hanya paling lama satu setengah jam. Itu sudah dari timur ke barat solo. Namun jika anda dari jalan dipati ukur sekitar kampus universitas padjadjaran dago ke kampus universitas padjadjaran jatinangor bisa mencapai dua jam via tol. Tapi jangan coba naik bus yang tidak lewat tol ya. Hati-hati di tempat umum kalau anda berada di bandung. Sering terjadi pencopetan. Save your own.

2. Anak kreatif lebih senang di Bandung
Di bandung, selain memiliki anak muda yang cantik dan ganteng, juga menjadi sarang anak kreatif. Berapa banyak perusahaan startup, kuliner, grafis, fashion yang ada di bandung. Bukan saya mengatakan anak muda di solo tidak kreatif, namun perkembangan pesat di bandung sangat terasa. Bayangkan saja, setiap makanan yang sama rasanya bisa memiliki topping, perasa, dan nama yang berbeda.

3. Objek wisata lebih tersebar merata.
Objek wisata sekitar jalan asia afrika, braga sangat diminati wisatawan. Tidak jarang menjadi tempat pelampiasan lelah para pekerja. Selain itu, tempat wisata disana juga banyaaakkk banget. Tempat wisata di bandung lebih bersifat modern dan wisata alam. Namun di solo wisata yang ada lebih ke wisata tradisional dan budaya. Budaya jawa lebih menonjol disini. Tempat wisata nya, benteng, keraton dan beberapa wisata alam seperti air terjun, kebun teh dan lain-lain. Namun yang saya sesalkan adalah kurangnya pengelolaan tempat wisata tersebut. Kalau belajar dari bandung, semua tempat wisata jarang sekali yang gratis, namuun bisa dibilang memuaskan dengan harga yang terbayarkan.
4.
Kelebihan solo dibandingkan bandung
1. Solo anti macet
Sudah saya jelaskan diatas bahwa solo pada saat jam kerja saja sangat jarang macet. Kalau bandung mah, tiada hari tanpa macet. Jarak dua kilometer aja bisa ditempuh dalam waktu 20 menit. Apalagi kalau akang angkot nya ngetem ditengah kemacetan, itu seperti bencana. Solo? Naik be-es-te aja kamu bisa santai dan tidak takut terlambat. Ini karena kecepatan konstan, dengan 4.500 udah bisa naik bus ac jauh dekat keliling solo (asal bis yang sama)

2. Harga kuliner murah. Namun. tidak variatif.
Shock therapy saya ketika pertama ke solo adalah melihat harga makanan. Murah banget. Eh teh aja cuma 2 ribu. Kalo di bandung yang 3 ribu ada sih, cuma jarang. Tapi kuliner nya itu-itu aja. Dan sekitar kampus susah untuk menemukan hal yang kreatif di sekitar kampus uns. Kalau sekitar kampus di bandung, ah apapun yang enak ada deh. Hahaha.
3. Udah ah ngantuk. Tak sambung besok aja ya

Selasa, 24 Mei 2016

Terindah

Suatu ketika dulu
Aku pernah dihanyut asmara
Tapi tak pernah ku tenggelam
Karena kekuatan cintamu
Menjadi perahu dan payungku
Hanyalah engkau yang mampu
Melenyapkan ragu menjadi tahu
Memupuskan kelu menjadi eru
Hanya engkaulah yang bisa
Menggantikan tawar menjadi rasa
Menggantikan tiada menjadi ada
Karena hanya engkaulah
Yang terindah di hidupku