Sabtu, 29 Juni 2013

lirik lagu Maher Zain - Worldly Life (Dunya)

how beautiful, is the worldly life
but not a soul shall remain

we've all come into this world 
only to leave the one day
i can see that everything around me
rises then fades away
life is just a passing moment
nothing is meant to stay
oh
this worldly life has an end

and it's then real life begins
a world where will live forever
this beautiful worldly life has an end
it's just a bridge must be crossed
to a life that will go on forever
 

so many years,
quickly slipping by like the sleepers of the cave
wake up and make a choice 
before we end up in our graves
o  God
you didn't put me here in vain
i know i'll be held accountable for what i do
this life is just a journey 
and it's taking me back to you
this worldly life has an end

and it's then real life begins
a world where will live forever
this beautiful worldly life has an end

it's just a bridge must be crossed
to a life that will go on forever
 

so many get caught in this beautiful  web
it's gardens become an infatuation
but surely they'll understand
at the final stop
that its garden are meant for cultivation
oh

this worldly life has an end

and it's then real life begins
a world where will live forever
this beautiful worldly life has an end
it's just a bridge must be crossed
to a life that will go on forever
 

this worldly life has an end
and it's then real life begins
a world where will live forever
 

this beautiful worldly life has an end
it's just a bridge must be crossed
to a life that will go on forever

Dilema Styrofoam

mengapa Styrofoam begitu marak digunakan saat ini? bahkan beberapa kemasan makanan juga sering menggunakan barang tersebut. tahukah anda bahwa Styrofoam sangat berbahaya. bahkan beberapa tahun yang lalu restoran di Amerika telah menghentikan produk mereka yang menggunakan styrofoam. Namun tidak demikian yang terjadi di Indonesia, malahan sekarang berbagai produk makanan menggunakannya sebagai wadah penyimpanan.
Menjamurnya penggunaan Styrofoam sendiri tidak lepas dari bentuk dan segi ekonomisnya. lihat saja warnanya putih, bersih dan ringan dibawa. ini menjadikannya primadona alat penyimpanan atau wadah pangan. sebagai contoh makanan instan, mie instan, minuman bahkan jamur pun ada yang dijual dengan menggunakan wadah ini. selain itu dari segi bentuk, styrofoam sangat mudah dibentuk oleh perusahaan. selain itu bentuk wadah ini juga bermacam-macam ada yang berbentuk gelas, bentuk flip, dan bentuk seperti piring.
namun sadarkah anda begitu berbahanya styrofoam ini? berikut adalah alasannya:
  1. Semakin Panas Semakin Cepat

Semakin tinggi suhu makanan yang dimasukkan ke dalam plastik, semakin cepat terjadi perpindahan ini. Apalagi bila makanan berbentuk cair seperti bakso, mi ayam, sup, sayuran berkuah dan sebagainya. Saat makanan panas ini dimasukkan ke dalam plastik, kita bisa lihat plastik menjadi lemas dan tipis. Inilah tanda terputusnya ikatan-ikatan monomer. Perpindahan monomer juga terjadi bila makanan atau minuman dalam wadah plastik terkena panas matahari secara langsung. Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-tukang makanan di pinggir jalan, styrofoam digunakan untuk membungkus makanan yang baru dimasak. Malahan ada restoran cepat saji yang memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave. Bayangkan, betapa banyaknya zat kimia yang pindah ke makanan kita dan akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.
penjelasan ilmiahnya adalah karena adanya  



Semakin Berlemak Semakin Cepat

Saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam, bahan kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak dalam suatu makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu, makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan.

Styrene, bahan dasar styrofoam, memang bersifat larut lemak dan alkohol. Karena itu, wadah dari jenis ini tidak cocok untuk tempat susu yang mengandung lemak tinggi. Begitu pun dengan kopi yang dicampur krim. Padahal, tidak sedikit restoran cepat saji yang menyuguhkan kopi panasnya dalam wadah ini. Makanan yang mengandung vitamin A tinggi sebaiknya juga tidak dipanaskan di dalam wadah styrofoam, karena styrene yang ada di dalamnya dapat larut ke dalam makanan. Pemanasan akan memecahkan vitamin A menjadi toluene. Toluene inilah pelarut styrene.

Tidak Ramah Lingkungan

Selain berefek negatif bagi kesehatan, styrofoam juga tak ramah lingkungan. Karena tidak bisa diuraikan oleh alam, styrofoam akan menumpuk begitu saja dan mencemari lingkungan. Styrofoam yang terbawa ke laut, akan dapat merusak ekosistem dan biota laut. Beberapa perusahaan memang mendaur ulang styrofoam. Namun sebenarnya, yang dilakukan hanya menghancurkan styrofoam lama, membentuknya menjadi styrofoam baru dan menggunakannya kembali menjadi wadah makanan dan minuman.

Proses pembuatan styrofoam juga bisa mencemari lingkungan. Data EPA (Enviromental Protection Agency) di tahun 1986 menyebutkan, limbah berbahaya yang dihasilkan dari proses pembuatan styrofoam sangat banyak. Hal itu menyebabkan EPA mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu, proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.

Dengan sifat-sifatnya seperti itu, sudah selayaknya kita lebih berhati-hati menggunakan styrofoam. Kalau hendak menggunakan styrofoam untuk menjaga makanan tetap hangat, sebaiknya makanan dimasukkan terlebih dahulu dalam wadah tahan panas dan dijaga tidak ada kontak langsung dengan styrofoam.

Alternatif Penggunaan Styrofoam

Namun ternyata di balik semua itu, ada sedikit manfaat dari styrofoam, yaitu pembuatan batako berbahan baku styrofoam. Pembuatan batako dari styrofoam sangat sederhana sehingga tidak perlu keahlian khusus. Yang penting takaran bahan bakunya tepat. Bahan baku styrofoam memang mendapat porsi lebih banyak dibandingkan dengan bahan baku lainnya. Komposisinya 50% styrofoam, 40% pasir, dan 10% semen. Penggunaan styrofoam bisa menghemat 50% kebutuhan pasir ketimbang penggunaan batu bata. Bahan baku styrofoam juga lebih unggul dibandingkan dengan semen karena dalam styrofoam terkandung banyak serat. Ini membuat fondasi bangunan yang menggunakan styrofoam lebih kuat.

kenaikan BBM bagi sebagian orang

kondisi Indonesia saat ini memang sudah kritis. dimana kepercayaan kepada pemimpin mulai berkurang. namun sebagai warga negara yang baik tentunya saya akan berpihak kepada pemerintah. mengapa demikian? bukannya sang presiden adalah pilihanku dahulu? jadi keputusan untuk memilih dia sudah bukan mainan lagi. saya sudah cukup umur untuk memilih jadi sudah tahu baik buruknya masa depan jika memilihnya. umur 18 tahun sudah cukup dewasa bukan? jadi sekarang bukan saatnya untuk mengeluh kepada pilihan anda.

beberapa waktu yang lalu, keputusan presiden RI mengenai kenaikan BBM menyebabkan  kecaman beberapa pihak baik dari pihak oposisi maupun dari kubu pemenang sendiri. memang miris sekali. namun beginilah yag namanya demokrasi. banyak yang pro apalagi yang kontra jumlahnya mengalahkan pro. namun keputusan tetaplah keputusan. tentunya pemerintah sudah memikirkannya benar-benar. lalu terjadilah demonstrasi besar-besaran di berbagai kota menolak hal tersebut. memang bukan tanpa sebab, mereka tidak setuju akan kenaikan harga BBM karena berbagai hal. berbagai gabungan massa menyuarakan aspirasi mereka. apa dikata lagi palu sudah diketuk.

menurut saya, pemerintah sudah tepat mengambil keputusan demikian. mengingat besarnya subsidi yang harus dibayarkan untuk BBM yang katanya untuk masyarakat "miskin". berapa besar APBN yang dipakai hanya untuk menutupi biaya subsidi ini? namun yang menjadi pertanyaan seberapa sering rakyat miskin mengambil porsi mereka? bukannya mereka untuk makan saja sulit. apalagi membeli kendaraan yang mahal?. malahan saya melihat di kota ini banyak kok orang kaya yang mengaku "miskin" dengan membeli premium bukan pertamax ata pertamax plus :). jadi mereka yang miskin atau memiskinkan diri?. semoga saja miskin, itu pikiran positif dari saya.  kalau tidak yah mereka nantinya akan miskin beneran

saya pernah bertanya kepada warga suatu daerah yang jauh dari ibukota negara dan terpencil dimana pertamina saja jauh, mendapatkan hal-hal yang miris terjadi. mereka tidak tahu kalau harga BBM adalah Rp. 4.500 tetapi dengan harga Rp 9.000 sampai Rp. 20.000. wah sungguh mahal. namun di kota tetap Rp. 4.500 kan? mereka tidak merasakan tuh namanya subsidi?