Sabtu, 26 April 2014

Mengapa Saya Senang Kamar Berantakan?

keyword: entropi, skripsi, kimia.

Membaca judul dari tulisan saya diatas mungkin membuat anda berpikir saya adalah orang aneh. Namun, hal tersebut benar terjadi dan sering terjadi. Kejadian ini terkadang memang tidak sengaja atau secara dibuat-buat (disengaja). Hal yang tidak sengaja bisa berasal dari faktor luar seperti ada tumpukan buku di atas langit-langit kamar yang jatuh, atau dapat pula sang cicak yang kecelakaan --dalam rangka mencoba perekat dikakinya-- lalu terjatuh.

hal yang paling sering adalah karena dibuat sendiri. Misalnya menyimpan pakaian yang telah disetrika bukan pada tempatnya, atau buku/jurnal/artikel yang akan dibaca -- sebenarnya cuma berfungsi untuk menidurkan-- setelah terbangun. Nah alasan kedua adalah penyebab yang paling sering menyebabkan ketidakrapian kamar. Alasan ini merupakan alasan klasik bagi sebagian orang, namun tidak bagi saya yang sedang menyusun skripsi.

(Literatur yang digunakan harus valid dan terpercaya, akibatnya saya mencari banyak literatur. hal yang tidak mengenakkan disini tentu adalah akibat jurnal dan buku saya gunakan adalah berbahasa Asing. Bahasa asing disini tentu merujuk ke bahasa asing yang paling populer saat ini yaitu bahasa inggris (walaupun saya sudah belajar bahasa prancis untuk memperkuat karakter R saya *saya gak bisa menyebut R dengan baik*). akbat dari bahasa ini, saya harus berhadapan dengan kata yang kosakata asing dan tidak saya harapkan. proses membaca, memahami dan menangkap seluruh isi dari artikel/jurnal tersebut bisa berminggu-minggu. hal ini tergantung kondisi mood, ketersedian penganan (anak muda sekarang menyebutnya makanan), lagu yang diputar (kalo lagu secret garden atau kenny g pasti bikin tentram buat tidur :D ) serta keributan sebelah kamar.)

kembali ke topik utama, kertas yang akan saya baca menjadi penyebab utama ketidakrapian kamar saya. namun menurut saya ini berhubungan dengan ilmu yang saya geluti saat ini yaitu kimia. mengapa harus kimia? kaitannya apa?. seperti yang telah anda ketahui bahwa entropi adalah derajat ketidakterturan suatu sistem. berdasarkan literatur yang pernah saya baca, entropi alam semesta akan selalu bertambah. pertambahan entropi ini menyebabkan ketidakteraturan suatu sistem meningkat.

jadi apabila saya ingin membentuk suatu sistem yang tidak teratur (dalam hal ini agar ide saya lebih berkembang) maka saya harus memperbesar entropi sistem tersebut. hal yang bisa saya lakukan adalah dengan:
1. membuat isi kamar berantakan
2. memutar musik yang berjenis rock, pop, R&B serta country bukan musik klasik. dari semua kategori ini lagunya Anggun Cipta Sasmi berjenis musik tersebut (rock, pop, R&B) sehingga cocok untuk belajar
3. mengondisikan lingkungan sekitar memiliki entropi=0. dalam hal ini saya sedikit membuat keributan agar saya sebagai sistem yang memberikan entropi ke lingkungan bukan lingkungan yang memberikan entropi ke saya
4. membuat mood yang sesuai dengan keinginan
5. mencari penganan (cemilan) yang sesuai dengan kondisi saat itu. jangan menggunakan penganan yang membuat ngantuk, karena akan menurunkan nilai entropi :D

kesimpulannya adalah  menggunakan kamar yang berantakkan dapat menaikkan mood untuk belajar.

mohon maaf atas kesalahan pengetikan, kutipan dan teori karena tulisan ini murni dari saya dan tanpa melalui proses validasi dan konsultasi kepada pihak yang lebih mahir dalam hal tulis menulis :). anda boleh menerapkannya di rumah anda namun jangan salahkan saya jika pembantu anda bakal menggunakan energi yang lebih membereskan kamar anda. 

Sabtu, 15 Maret 2014

Media Indonesia yang Lebay

Kelebayan media ini mulai nampak ketika mereka mulai mengejar deadline. ingatkah anda ketika video porno Ariel dan Luna Maya serta Cut Tari beredar. Mereka sangat beruntung bisa mengekspos aib orang dengan adanya aib tersebut rating media tersebut akan naik. Bahkan akan mendatangkan prestise tersendiri jika dapat menayangkan berita tersebut secara eksklusif meskipun hal tersebut sangat eksplisit. Bahkan saya pernah melihat kalau dalam sebuah berita yang) malah menayangkan cuplikan video tersebut. Walaupun sedikit di sensor!  
Nyatanya pihak yang katanya dirugikan malah sangat diuntungkan! Lihat saja setelah keluar dari penjara si Ariel malah langsung tenar lagi.... itu sih segi positif bagi si Arielnya untuk menanjakkan karier. Namun untuk orang lain yang belum punya karier? Malah jadi masalah kalo ngikutin jejak sang idol.... sebut saja si Pontang. Mengikuti proses yang dilakukan idolanya malah jadi rumit.  . Itu gara-gara Media yang cukup intensif menayangkannya. 33 anak diperkosa !
Sekarang timbul kasus baru lagi, Ade Sara dibunuh oleh mantan pacarnya beserta sang pacarnya. Walaupun saya tidak mengetahuinya secara baik mengenai hal tersebut, namun mudah saja sang imitator seperti ini kasian kan. Jadi mengikut perilaku orang lain padahal menurut teman saya yang belajar sosiologi “imitasi” hanya dialami oleh anak kecil. Jadi orang indonesia anak kecil ya?. Bisa jadi, lihat aja koruptor dimana-mana itu karena imitasi untuk menjadi orang kaya dengan cara yang cepat.
Satu hal lagi, baru-baru ini BBM jenis premiummulai langka di pontianak, kalimantan barat. Namun  mengatakan kalau menghilang di judul beritanya! Pembongan publik! Saya minta hendaknya judul harus provokatif tapi tidak juga harus membohong. Harusnya media mengadakan cross check sebelum menerbitkan berita. Kalau isi berita isinya hanya beberapa SPBU yang kehabisan stok premium. Hanya jalan Katulistiwa, jalan Situt Mahmud, Jalan Imam Bonjol dan Gusti Hamid. It’s not representative man J
Media indonesia justru jarang menayangkan mengenai prestasi seseorang yang membanggakan. Sebagai contoh pemenang olimpiade internasional. Bapak Yohannes Surya, B.J Habibie lebih jarang terekspos prestasinya daripada si Norman Kamaru atau Farhat Abbas yang berprestasi dalam lipsyncs.  Mungkin ini pekerjaan KPI untuk mempersiapkan media yang lebih berkualitas untuk indonesia. Bukan media yang senang kalau orang lain (dalam hal ini sang seleb) susah (tapi langsung senang setelah kelar masalah karena namanya meroket kembali).

Cukup lima paragraf saja saya berkeluh kesah dengan media saat ini, beruntung kalau pihak KPI membacanya atau media merubah isi materi kelebayan mereka.