gambar

gambar
Ardiansah

Kamis, 25 Desember 2014

Pembiruan

Ketika mereka datang
Namun apakah ini dapat menutup
Menjadi sebuah rumah
Rumah bagi pemaling
Ini mengenai tiran dari sarang penyamun
Yang hanya mampu menerima tanpa memilih
Yang terbaik dan terendah
Bukan yang tersohor
Bukan pula yang dari negeri seberang
Tapi inilah kami
Menuju kemauan yang benar
Walau gelap menusuk
Walau panas menghujau
Radioaktif hadir memecah tatanan benzena
Hanya itu
Sampai sangka melewati ini
Tetap saja buruk rupa

Tak pernah kah engkau ingat
Penyamun itu datang
Menjajah hati kalian
Yang lemah akan ilmu
Tipuan mereka berhasil
Membuat biru hidup kalian
Dan saya tidak percaya teori

Follow twitter & instagram @4rdn4n

Senin, 28 April 2014

Laporan Anstrum

silahkan download disini dsini

Media (lagi) yang Memaksa Kedewasaan Anak

melihat judul diatas, pantas rasanya anda menghakimi atas kesalahan saya ini. namun, begitulah yang terjadi di sini. Media massa merupakan sumber informasi terutama dan paling utama bagi masyarakat. Lalu mengapa kedewasaan terlalu dipercepat? Lihat saja betapa mengganggunya acara di media massa bagi anak. Pagi siang malam acaranya tidak lebih dari goyangan aneh, sinetron, dan caci-makian bagi seseorang yang akan menaikkan pamornya.
itu saja? tentu tidak teman. Beberapa saat yang lalu saya pernah membahas kejadian yang sangat tidak mengenakkan bagi media. akibat keinginan naiknya rating.

bukan maksud hati ingin menghakimi tetapi saya hanya mengkritisi. coba lihat di ****** acaranya tiap malam adalah joget-joget dangdutan. bukan saya tidak senang hanya saja. tolong bahasa tubuh para pemainnya diperbaiki. Fitnah disana sini. Aib orang dibuka, inikah indonesia? acara musik saja bisa bermuatan fitnah. Belum lagi goyangan erotisnya! Habis kah ide tim kreatif? hanya untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat saja sulit. hal tersebut lah yang terjadi sekarang. ini hanya bagian kecil

tengok lagi sinetron. Mereka mengajarkan bagaimana menjadi siswa yang pembangkang, mendurhakai orang tua. bagus sekali bukan? ini tentu tepat buat anda. mungkin dengan membuat sinetron berkonflik demikian dapat menarik pemirsa sehingga rating menjadi tinggi. Justru bagi saya ini adalah tanda kiamatnya media. mengagungkan rating dari pada kualitas. Di sekolah, siswa banyak yang mengikuti sinetron, bukan untuk gaul tapi ujung-ujungnya malah kurang ajar. berkelakuan seperti di sinetron. padahal  biasanya ada logo SU atau BO pada acara tersebut.

Sekarang pindah ke gosip. wah ini ibu-ibu pasti senang. meluangkan waktu untuk ini adalah kewajiban. namun sepertinya media berlomba-lomba mengorek isi privasi seseorang. sekedar untuk mendapatkan berita terpanas dan terpercaya (padahal 99% umumnya hanya rumor). keingintahuan bodoh orang indonesia terhadap masalah orang lain lah yang mendasari hal ini terjadi. Media pun berperan penting dalam hal ini. konon acara gosip merupakan program acara termurah. jadi wajar saja jadi idola. Daripada bikin film layar lebar kan mahal ya mending bikin gosip aja. hahaha tragis memang. but it happen dude. Bahkan terkadang gosip itu ditimbulkan dari media bukan dari yang bersangkutan( dalam hal ini adalah orang atau hal yang diberitakan). Hebat kan? seorang anak yang sering menonton ini akan lebih mudah untuk memberitakan kebohongan kepada siapun

satu-satunya hal yang menurut anda paling valid adalah berita. ini sudah tidak diragukan lagi. namun terkadang ada lebayitas dari media. baik menyangkut informasi maupun manipulasi data. Baca tulisan sebelumnya!

intinya sang pemberi kewenangan harus berperan aktif disini

mohon maaf atas kekasaran kata-kata saya. ini hanya sebagai evaluasi dan kontrol dari masalah yang anda berikan

Sabtu, 26 April 2014

Mengapa Saya Senang Kamar Berantakan?

keyword: entropi, skripsi, kimia.

Membaca judul dari tulisan saya diatas mungkin membuat anda berpikir saya adalah orang aneh. Namun, hal tersebut benar terjadi dan sering terjadi. Kejadian ini terkadang memang tidak sengaja atau secara dibuat-buat (disengaja). Hal yang tidak sengaja bisa berasal dari faktor luar seperti ada tumpukan buku di atas langit-langit kamar yang jatuh, atau dapat pula sang cicak yang kecelakaan --dalam rangka mencoba perekat dikakinya-- lalu terjatuh.

hal yang paling sering adalah karena dibuat sendiri. Misalnya menyimpan pakaian yang telah disetrika bukan pada tempatnya, atau buku/jurnal/artikel yang akan dibaca -- sebenarnya cuma berfungsi untuk menidurkan-- setelah terbangun. Nah alasan kedua adalah penyebab yang paling sering menyebabkan ketidakrapian kamar. Alasan ini merupakan alasan klasik bagi sebagian orang, namun tidak bagi saya yang sedang menyusun skripsi.

(Literatur yang digunakan harus valid dan terpercaya, akibatnya saya mencari banyak literatur. hal yang tidak mengenakkan disini tentu adalah akibat jurnal dan buku saya gunakan adalah berbahasa Asing. Bahasa asing disini tentu merujuk ke bahasa asing yang paling populer saat ini yaitu bahasa inggris (walaupun saya sudah belajar bahasa prancis untuk memperkuat karakter R saya *saya gak bisa menyebut R dengan baik*). akbat dari bahasa ini, saya harus berhadapan dengan kata yang kosakata asing dan tidak saya harapkan. proses membaca, memahami dan menangkap seluruh isi dari artikel/jurnal tersebut bisa berminggu-minggu. hal ini tergantung kondisi mood, ketersedian penganan (anak muda sekarang menyebutnya makanan), lagu yang diputar (kalo lagu secret garden atau kenny g pasti bikin tentram buat tidur :D ) serta keributan sebelah kamar.)

kembali ke topik utama, kertas yang akan saya baca menjadi penyebab utama ketidakrapian kamar saya. namun menurut saya ini berhubungan dengan ilmu yang saya geluti saat ini yaitu kimia. mengapa harus kimia? kaitannya apa?. seperti yang telah anda ketahui bahwa entropi adalah derajat ketidakterturan suatu sistem. berdasarkan literatur yang pernah saya baca, entropi alam semesta akan selalu bertambah. pertambahan entropi ini menyebabkan ketidakteraturan suatu sistem meningkat.

jadi apabila saya ingin membentuk suatu sistem yang tidak teratur (dalam hal ini agar ide saya lebih berkembang) maka saya harus memperbesar entropi sistem tersebut. hal yang bisa saya lakukan adalah dengan:
1. membuat isi kamar berantakan
2. memutar musik yang berjenis rock, pop, R&B serta country bukan musik klasik. dari semua kategori ini lagunya Anggun Cipta Sasmi berjenis musik tersebut (rock, pop, R&B) sehingga cocok untuk belajar
3. mengondisikan lingkungan sekitar memiliki entropi=0. dalam hal ini saya sedikit membuat keributan agar saya sebagai sistem yang memberikan entropi ke lingkungan bukan lingkungan yang memberikan entropi ke saya
4. membuat mood yang sesuai dengan keinginan
5. mencari penganan (cemilan) yang sesuai dengan kondisi saat itu. jangan menggunakan penganan yang membuat ngantuk, karena akan menurunkan nilai entropi :D

kesimpulannya adalah  menggunakan kamar yang berantakkan dapat menaikkan mood untuk belajar.

mohon maaf atas kesalahan pengetikan, kutipan dan teori karena tulisan ini murni dari saya dan tanpa melalui proses validasi dan konsultasi kepada pihak yang lebih mahir dalam hal tulis menulis :). anda boleh menerapkannya di rumah anda namun jangan salahkan saya jika pembantu anda bakal menggunakan energi yang lebih membereskan kamar anda. 

Sabtu, 15 Maret 2014

Media Indonesia yang Lebay

Kelebayan media ini mulai nampak ketika mereka mulai mengejar deadline. ingatkah anda ketika video porno Ariel dan Luna Maya serta Cut Tari beredar. Mereka sangat beruntung bisa mengekspos aib orang dengan adanya aib tersebut rating media tersebut akan naik. Bahkan akan mendatangkan prestise tersendiri jika dapat menayangkan berita tersebut secara eksklusif meskipun hal tersebut sangat eksplisit. Bahkan saya pernah melihat kalau dalam sebuah berita yang) malah menayangkan cuplikan video tersebut. Walaupun sedikit di sensor!  
Nyatanya pihak yang katanya dirugikan malah sangat diuntungkan! Lihat saja setelah keluar dari penjara si Ariel malah langsung tenar lagi.... itu sih segi positif bagi si Arielnya untuk menanjakkan karier. Namun untuk orang lain yang belum punya karier? Malah jadi masalah kalo ngikutin jejak sang idol.... sebut saja si Pontang. Mengikuti proses yang dilakukan idolanya malah jadi rumit.  . Itu gara-gara Media yang cukup intensif menayangkannya. 33 anak diperkosa !
Sekarang timbul kasus baru lagi, Ade Sara dibunuh oleh mantan pacarnya beserta sang pacarnya. Walaupun saya tidak mengetahuinya secara baik mengenai hal tersebut, namun mudah saja sang imitator seperti ini kasian kan. Jadi mengikut perilaku orang lain padahal menurut teman saya yang belajar sosiologi “imitasi” hanya dialami oleh anak kecil. Jadi orang indonesia anak kecil ya?. Bisa jadi, lihat aja koruptor dimana-mana itu karena imitasi untuk menjadi orang kaya dengan cara yang cepat.
Satu hal lagi, baru-baru ini BBM jenis premiummulai langka di pontianak, kalimantan barat. Namun  mengatakan kalau menghilang di judul beritanya! Pembongan publik! Saya minta hendaknya judul harus provokatif tapi tidak juga harus membohong. Harusnya media mengadakan cross check sebelum menerbitkan berita. Kalau isi berita isinya hanya beberapa SPBU yang kehabisan stok premium. Hanya jalan Katulistiwa, jalan Situt Mahmud, Jalan Imam Bonjol dan Gusti Hamid. It’s not representative man J
Media indonesia justru jarang menayangkan mengenai prestasi seseorang yang membanggakan. Sebagai contoh pemenang olimpiade internasional. Bapak Yohannes Surya, B.J Habibie lebih jarang terekspos prestasinya daripada si Norman Kamaru atau Farhat Abbas yang berprestasi dalam lipsyncs.  Mungkin ini pekerjaan KPI untuk mempersiapkan media yang lebih berkualitas untuk indonesia. Bukan media yang senang kalau orang lain (dalam hal ini sang seleb) susah (tapi langsung senang setelah kelar masalah karena namanya meroket kembali).

Cukup lima paragraf saja saya berkeluh kesah dengan media saat ini, beruntung kalau pihak KPI membacanya atau media merubah isi materi kelebayan mereka.