gambar

gambar
Ardiansah

Sabtu, 29 Juni 2013

laporan praktikum analisis instrumen “ANALISA PIGMEN TUMBUHAN DENGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI KERTAS DAN SPEKTROSKOPI UV-VIS”



PERCOBAAN 3
ANALISA PIGMEN TUMBUHAN DENGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI KERTAS DAN SPEKTROSKOPI UV-VIS

A.    Tujuan Percobaan
1.      Memisahkan zat warna dari ekstrak tumbuhan menggunakan kromatografi kertas.
2.      Menentukan panjang gelombang maksimum yang diserap tiap zat warna yang diperoleh.
3.      Menyarankan jenis dan struktur molekul klorofil dari data spektrum UV-Vis yang diberikan instrumentasi spektroskopi UV-Vis.

B.     Prinsip Percobaan
Memisahkan komponen zat warna dari ekstrak tumbuhan berdasarkan distribusinya terhadap fase diam (air yang terikat pada kertas) dengan fase gerak (etanol) yang sesuai dengan tingkat kepolarannya sehingga diperoleh kromatogram. Kemudian kromatogram yang diperoleh dipisahkan dan dilarutkan dengan pelarut etanol untuk di uji jenis dan struktur molekul klorofil dengan menggunakan spektroskofi UV-Vis berdasarkan penyerapan energi radiasi elektromagnetik dari sinar UV-Vis dengan energi tertentu, sehingga elektron-elektron dalam larutan  sampel mengalami transisi elektronik dan kemudian elektron tersebut kembali ke keadaan dasar dengan panjang gelombang tertentu yang ditangkap oleh detektor dan ditampilkan dalam bentuk spectrum pada layar komputer.

C.    Dasar Teori
1.      Kromatografi kertas
Kromatografi adalah suatu teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing – masing komponen yang berdasarkan partisi antara cuplikan dengan fasa gerak dan fasa diam.
Molekul yang terlarut dalam fase gerak, akan melewati kolom yang merupakan fase diam.Molekul yang memiliki ikatan yang kuat dengan kolom akan cenderung bergerak lebih lambat dibanding molekul yang berikatan lemah.Dengan ini, berbagai macam tipe molekul dapat dipisahkan berdasarkan pergerakan pada kolom.
Komponen utama kromatografi adalah fasa stationer dan fasa mobil dan kromatografi dibagi menjadi beberapa jenis bergantung pada jenis fasa mobil dan mekanisme pemisahannya, seperti ditunjukkan di Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Klasifikasi kromatografi
Kriteria
Nama
Fasa mobil
Kromatografi cair, kromatografi gas
Kromatografi adsorpsi, kromatografi partisi
Mekanisme
Kromatografi pertukaran ion
kromatografi gel
Fasa stationer
Kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis,
kromatografi kertas

Kromatografi  kertas merupakan salah satu metode pemisahan berdasarkan distribusi suatu senyawa pada dua fasa yaitu fasa diam dan fasa gerak. Pada kromatografi kertas, fase diam adalah air yang terikat pada kertas dan fase geraknya adalah pelarut organik.  Pada kromatografi kertas penampakan noda dapat dilihat hanya dengan disemprot dengan pereaksi spesifik, seperti: dragendorff, serium sulfat, ninhidrin, dan FeCl3. Analisis kualitatif menggunakan kromatografi kertas dilakukan dengan cara membandingkan harga relative response factor (Rf). Nilai Rf identik dengan time retention (tR) atau volume retention (VR).
Nilai Rf dapat ditentukan dengan cara: berikut  
untuk mendownload laporan ini secara lengkap silahkan klik disini atau disini  untuk mendapatkan passwordnya silahkan hubungi email saya atau twitter saya


laporan praktikum analisis instrumen “PENENTUAN KONSENTRASI SUATU SENYAWA YANG TIDAK DIKETAHUI KONSENTRASINYA”



PERCOBAAN 2
“PENENTUAN KONSENTRASI SUATU SENYAWA YANG TIDAK DIKETAHUI KONSENTRASINYA”

A.    Tujuan Percobaan
1.      Membuat larutan baku dan standar berdasarkan konsentrasi yang telah ditentukan
2.      Mengoperasikan program penentuan konsentrasi suatu senyawa pada instrumentasi spektroskopi UV-Vis cary 50
3.      Membuat persamaan garis linear dari absorbansi dan konsentrasi larutan standar
4.      Menentukan konsentrasi senyawa melalui perhitungan persamaan garis linear absorbansi dan konsentrasi

B.     Prinsip Percobaan
Interaksi yang terjadi antara energi yang berupa radiasi elektromagnetik dari sinar UV-Vis dengan molekul larutan K2CrO4 , sehingga besarnya energi yang diserap dapat menyebabkan elektron-elektron dalam larutan  K2CrO4 mengalami eksitasi elektronik dan kemudian elektron tersebut kembali ke keadaan dasar dengan panjang gelombang tertentu yang ditangkap oleh detektor dan ditampilkan pada layar computer berupa absorbansi dan konsentrasi, yang kemudian dibuat garis linear absorbansi dan konsentrasi untuk menghitung konsentrasi larutan K2CrO4 yang belum diketahui konsentrasinya.

C.    Dasar Teori
Spektrofotometri adalah studi mengenai antaraksi cahaya dengan atom dan molekul. Radiasi cahaya atau elektromagnet dapat dianggap menyerupai gelombang sedangkan Spektrofotometer  alat yang digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan, atau diemisikan sebagai fungsi panjang gelombang (Khopkar,2008:225)
Spektrofotometri menyiratkan pengukuran jauhnya penyerapan energi cahaya oleh suatu sistem kimia itu sebagai fungsi dari panjang gelombang tertentu. Untuk memahami spektrofotometri, kita perlu meninjau ulang peristilahan yang digunakan dalam mencirikan energi cahaya, memperhatikan interaksi radiasi dengan spesies kimia dengan cara yang erlementer, dan secara umum mengurus apa kerja instrumen-instrumen.
                                                                                            (Underwood, 2002: 382)
Spektrofotometri adalah suatu metode analisis yang berdasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dan detector vacuum phototube atau tabung foton hampa. Alat yang digunakan adalah spektrofotometer, yaitu sutu alat yang digunakan untuk menentukan suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan mengukur transmitan ataupun absorban dari suatu cuplikan sebagai fungsi dari konsentrasi.
                                                                                                             (Seran, 2011)

Spektrofotometer Uv-Vis
Merupakan salah satu teknik analisis spektroskopik yang menggunakan radiasi elektromagnetik. Sinar ultraviolet mempunyai panjang gelombang antara 200-400 nm, sementara sinar tampak mempunyai panjang gelombang 400-750 nm. (Rohman,2008:222)
Spektroskopi UV – Vis merupakan teknik spektroskopi pada daerah ultraviolet dan sinar tampak. Dari spektrum absropsi dapat diketahui panjang gelombang dengan adsorbans maksimum dari suatu unsur atau senyawa. Semua molekul dapat mengabsropsi radiasi dalam daerah UV – Vis karena mengandung elektron, baik sekutu maupun menyendiri, yang dapat dieksitasikan ke tingkat energi yang lebih tinggi. Panjang gelombang dimana absropsi itu terjadi, bergantung pada seberapa kuat elektron itu terikat dalam suatu molekul. Elektron dalam suatu ikatan kovalen tunggal terikat dengan kuat dan diperlukan radiasi berenergi tinggi atau panjang gelombang pendek.
             (Underwood, 2002: 388-389)

untuk mendownload laporan ini secara lengkap silahkan klik disini atau disini  untuk mendapatkan passwordnya silahkan hubungi email saya atau twitter saya