gambar

gambar
Ardiansah

Sabtu, 15 Oktober 2016

Pendidikan di Indonesia, Penting Nilai atau Kemajuan? Sebuah Pengalaman Siswa

Mungkin anda bertanya mengapa saya menulis pendidikan Indonesia saat ini yang sudah cukup baik. Namun menurut saya, pendidikan di Indonesia terlalu berat untuk siswa yang tidak bisa menghapal dan tidak berorientasi pada nilai. Yuk kita bahas di tulisan pendek saya. Namun ini tidak terjadi di semua pendidikan di Indonesia ya teman-teman. Untuk referensi jangan pake blog ini. Pakailah jurnal yang terindeks scopus atau jurnal di sciencedirect. Hehehehe

Guru di Indonesia sangat jarang mempertimbangkan proses belajar, Proses justifikasi dan pemberi keputusan berasal dari nilai kognitif. Itu pun tidak akan banyak berkontribusi dibandingkan dengan nilai akhir. Nilai akhir ini memiliki kontribusi yang besar terhadap nilai secara keseluruhan. Nilai ujian tengah semester dan akhir semester berkontribusi adalah salah satu jenis nilai yang paling berpengaruh terhadap penilaian guru. Siswa yang pintar adalah siswa yang memperoleh hasil belajar tertinggi di kelas atau minimal dinyatakan tuntas berdasarkan kriteria ketuntasan minimal. Selama satu semester atau bahkan selama tiga tahun nilai siswa ditentukan oleh evaluasi satu hari saja. Bagaimana jika pada hari tersebut siswa tidak dalam kondisi baik? Bagaimana jika siswa saat itu sedang ada mengalami masalah keluarga? Semua alasan tersebut tidak akan dipertimbangkan jika siswa datang ke sekolah. Ketika tidak lulus atau dibawah standar, maka siswa akan diberikan predikat siswa yang gagal. Gagal dalam hasil belajar ini tentunya akan membebani siswa secara psikologis. Bukan hanya siswa,bahkan wali kelas dan orang tua juga terbebani karena memiliki anak yang tidak pintar.

Pada waktu saya sekolah menengah pertama, saya disukai oleh guru karena memiliki daya ingat yang kuat. Namun setelah di sekolah menengah atas, akibat penyakit kronis, ingatan yang saya miliki turun drastis. akibatnya saya tidak disukai guru saya. Saya tidak dapat menghapalkan bagian materi yang harus dihapalkan sampai benar-benar sama sampai titik koma juga harus benar. Sedangkan saya menghapakan inti dari materi tersebut. Sekarang saya menyadari mengapa orang Indonesia susah move on ya karena pendidikan di sini hanya untuk menghapal bukan memahami. ah gue baper deh
 -___________-

Satu lagi yang saya dapati di sekolah adalah guru menaikkan kkm setinggi-tingginya agar menaikkan citra sekolah. Bagaimana, kok bisa? Iya. KKM yang tinggi otomatis membuat nilai siswa tinggi. Jadi misalnya  nilai KKM adalah 90, jika saya pas kkm saja sudah dapat 90. gituuuu. Beberapa sekolah saya temui gitu kok dan bukan lagi rahasia umum.

udah ah. selamat malam minggu pembaca, eh sabtu malam ding biar gak keliahatan jomblo

p.s: saya menggunakan pintar dan tidak pintar disini bukan bentuk sarkasme. 

Senin, 10 Oktober 2016

Aku adalah.

Saya makhluk hidup yang bisa bergerak kemana saja
Bisa memilih hidup yang terbaik untuk saya
Saya menyukai apa yang menurut saya keren
Saya punya hak untuk hidup, bahagia, berbahasa
Saya membagi waktu untuk belajar, bekerja, bernyanyi bahkan liburan
Saya benci orang yang telat. Jangan bilang itu orang Indonesia. Kamu?
Saya menutup diri dari dunia yang tidak berpengaruh baik ke saya
Pernah kan melihat aku! Aku lebih mementingkan ilmu bukan nilai apalagi perhatian
Saya mau kembali hidup tanpa pr
Itu saja? Belum. Segera bersambung!

Rabu, 28 September 2016

Rindu Bukan Hanya Milikmu

Tak sempat berbicara kepadaku
Tak bisa melihat langsung
Tak tercapai oleh tangan yang pendek
Tidak bisa terbuat menjadi rumah

Kadang aku sadar
Mengapa rumput lebih hijau setelah dipupuk
Ada apa dengan di Amerika utara
Dapatkah aku menghitung jarimu
Pantaskah aku disini
Aku tidak suka kamu
Hanya taruhan perasaan

Kadang bangun membuka mata uang
Sementara sejuta lainnya sudah diperkirakan
Tapi tidak terbuat oleh apapun
Hanya penyesalan semata
Tidak berusaha kiramu berbeda
Kamu kutunggu disini

Hujan di Pagi Hari

Syahdu pagi ini
Tiada burung berkicau
Tiada suara ayam berkokok memecah kesunyian
Hanya seberkas suara hujan membawa sejuta pesan
Semua mengatur kesetimbangan makhluk
Setelah beberapa lama kerontang

Seorang anak berjalan sendiri ke sekolah
Tidak ada patung dan menjadi kaku
Seakan semua nyata

Seorang ibu tidak mampu meraih
Hanya sejenis tongkat dari plastik
Barang yang tidak terlihat manusia biasa

Begitu mereka melihat
Tidak saling kenal
Bahkan membau
Sama sekali
Buta fana
Entah

Sampah yang terhormat memang bukan di mulut ratu
Apalagi di mulut seekor serigala atau singa
Hanya rakyat jelata

Tangisan bayi tidak memilukan
Tidak pernah menjadi beban
Keluarga bukan seperti ibu
Hanya orang tua

Angin dapat membalas pohon rambutan di pinggir sawah
Petir menyala meninggi bambu
Rumput mulai menggunung menutup ilmu
Aku penat
Tidak ada rumah

Matahari sudah lupa orbit
Tidak pula gerhana.
Hanya bodoh yang tahu jalan
Bukan menunjukan tapi menuju sana
Tidak berlebihan kebenaran
Bukan sampai ke ibadah
Tidak berlebihan kebenaran

Jumat, 26 Agustus 2016

Examples in writing for ielts.

Here are the sample for question and answer for ielts class when I take a course in Parè East Java.

Some people say that science lesson should be mandatory in school, while other argue that they are unnecessary. Discuss both of views and give your own opinion.

Some people argue that science subject must be taught in school. On the other hand other people say it is unimportant. Two arguments will be drawn below.

Most people argue that science subject must be taught in school because students will face natural phenomenon that happen in their life. Furthermore, they cannot allow to run away from their real life. Those subjects include chemistry, biology, physics and maths. In chemistry, students will know why they must use different washer or soap with different objects can be cleaned. For example face wash must be softly base, compound change lacmus paper into blue, than soap use for kitchen utensils. In biology, they will control their nutrition when eat something. They can decide food which have rich nutrition such as protein, carbohydrates, lipid vitamin so on. Besides, math is the most  important lesson or subject that student must be taken. They can calculate all of their spending a day, amount of price of their bag or trolley. Moreover, they will know reason that a ball kicked by David Beckham will make a parabola trace and then fall into earth affected by earth gravitation. Finally, science must be taught in school because student can face their science world.

In the other hand, several people disagree if science subject taken by students because of the syllabus of its subject. Most science lesson may press students to understand a lesson clearly unless they are not give attention to subject. Moreover students should learn the material higher than their capabilities. In some cases, they cannot improve their creativity about real life because their time is not available anymore. Some lessons in chemistry and physics sometimes far from their life. For example, kinetics force and law of thermodynamic, include temperature law, is one of physical chemistry that must be taken by students during the class. Furthermore, integral and differential limit are some of mathematics subject material that cannot be applied in real life. In line with other subjects, biology also force student in some concept. For example memorize the kind of enzymes and function of lymph. As conclusion, subjects in science force student to forget their creativity.

The view of necessarily of science taken in school can be accepted as their real life needed. However, by overlooking the disagree of science subject we can claim that student can be stressed when face inapplicable science subject.

Minggu, 21 Agustus 2016

Should Indonesia's Government Make Policy about Cigarette Price?

It's become viral in Indonesia. Smoker refused it's policy while other agree it. It can be a problem. Government must create a just decision about cigarette price. It must higher than today.

Today cigarette price in our country is one of the cheapest than others. The smoker also increase rapidly correlate with bad culture of Indonesia "The non smoker is not a gentleman". How dare you face cigarette effect?

My father one of them. He always make me annoying with smoke he gave. It's made me cough. I hate smoker, were he want to buy a cigarette I anger. I know as a passive smoker more dangerous than smoker itself.

I think government stop their subsidy in cigarette industry. They should move this fund into education and economic development. It more valuable than give a disease to their people. However in my opinion they will be difficult to face bad reaction. It's good for our home.

Be healthy guys. We must pay more expensive for our health.

My friends are smoker, too. No matter they are men or women. Smoker is known to make they happier when hangout and spend their unimportant time.

I'm sorry if I really hate you smoker. It caused by bad effects happened later.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Sudah pantaskah anda menerima apa yang seharusnya diterima?

Saya memiliki seorang bahkan lebih teman yang berada pada kondisi yang tidak kekurangan bahkan lebih. Beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu tetap diterimanya. Ketika beberapa saingan mereka yang seharusnya dapat mengenyam pendidikan yang layak sekarang malah hanya sampai pada pendidikan menengah, tidakkah mereka sadar bahwa itu penganiayaan? Sekarang ada kok beasiswa untuk kalian yang tidak memandang status penghasilan!

Saya sedih melihat mantan siswa saya yang sekarang menjadi buruh padahal dulu merupakan anak yang tidak kalah dengan yang lain. Memang saya juga setuju bahwa orang sukses tidak harus mengenyam pendidikan tinggi. Namun ilmu lah yang lebih penting dari pada sebuah gelar yang hanya menambah panjang penulisan nama.

Mungkin budaya kita yang suka diberi meskipun tidak pantas menerimanya. Lihat saja beberapa bantuan orang miskin kemudian digasak orang mampu. Jalur afirmasi pada pendidikan menengah dipenuhi oleh anak orang berpangkat perwira. Saya pernah membaca di negara maju malah rakyat miskin malu menerima tunjangan pemerintah yang seharusnya milik mereka. Itu karena sebagian mereka merasa tidak layak menerima. Seperti sebuah penghinaan bagi mereka yang menurut bangsa kita merupakan penghargaan.

Refleksi: saya menginginkan seleksi yang benar pada saat seleksi. Bukan memberikan sesuai porsi nya itu lebih nikmat? 

Kamis, 16 Juni 2016

Solo atau Bandung

Ketika memilih dua tempat ini, maka saya tidak bisa memilih. Namun akan saya ungkap beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Berikut ini adalah kelebihan Bandung dibanding solo
1. Bandung lebih luas kota nya dari pada solo
Saya tidak terlalu tahu pasti mana yang lebih besar secara luas. Namun secara umum lebih luas Bandung. Ini mungkin disebabkan oleh macet nya bandung, sehingga mau ke daerah yang tidak terlalu jauh juga lama dan jauh ditempuh. Bayangkan saja, jika anda naik bus dari bandara internasional adi sumarno boyolali ke kampus universitas sebelas maret solo hanya paling lama satu setengah jam. Itu sudah dari timur ke barat solo. Namun jika anda dari jalan dipati ukur sekitar kampus universitas padjadjaran dago ke kampus universitas padjadjaran jatinangor bisa mencapai dua jam via tol. Tapi jangan coba naik bus yang tidak lewat tol ya. Hati-hati di tempat umum kalau anda berada di bandung. Sering terjadi pencopetan. Save your own.

2. Anak kreatif lebih senang di Bandung
Di bandung, selain memiliki anak muda yang cantik dan ganteng, juga menjadi sarang anak kreatif. Berapa banyak perusahaan startup, kuliner, grafis, fashion yang ada di bandung. Bukan saya mengatakan anak muda di solo tidak kreatif, namun perkembangan pesat di bandung sangat terasa. Bayangkan saja, setiap makanan yang sama rasanya bisa memiliki topping, perasa, dan nama yang berbeda.

3. Objek wisata lebih tersebar merata.
Objek wisata sekitar jalan asia afrika, braga sangat diminati wisatawan. Tidak jarang menjadi tempat pelampiasan lelah para pekerja. Selain itu, tempat wisata disana juga banyaaakkk banget. Tempat wisata di bandung lebih bersifat modern dan wisata alam. Namun di solo wisata yang ada lebih ke wisata tradisional dan budaya. Budaya jawa lebih menonjol disini. Tempat wisata nya, benteng, keraton dan beberapa wisata alam seperti air terjun, kebun teh dan lain-lain. Namun yang saya sesalkan adalah kurangnya pengelolaan tempat wisata tersebut. Kalau belajar dari bandung, semua tempat wisata jarang sekali yang gratis, namuun bisa dibilang memuaskan dengan harga yang terbayarkan.
4.
Kelebihan solo dibandingkan bandung
1. Solo anti macet
Sudah saya jelaskan diatas bahwa solo pada saat jam kerja saja sangat jarang macet. Kalau bandung mah, tiada hari tanpa macet. Jarak dua kilometer aja bisa ditempuh dalam waktu 20 menit. Apalagi kalau akang angkot nya ngetem ditengah kemacetan, itu seperti bencana. Solo? Naik be-es-te aja kamu bisa santai dan tidak takut terlambat. Ini karena kecepatan konstan, dengan 4.500 udah bisa naik bus ac jauh dekat keliling solo (asal bis yang sama)

2. Harga kuliner murah. Namun. tidak variatif.
Shock therapy saya ketika pertama ke solo adalah melihat harga makanan. Murah banget. Eh teh aja cuma 2 ribu. Kalo di bandung yang 3 ribu ada sih, cuma jarang. Tapi kuliner nya itu-itu aja. Dan sekitar kampus susah untuk menemukan hal yang kreatif di sekitar kampus uns. Kalau sekitar kampus di bandung, ah apapun yang enak ada deh. Hahaha.
3. Udah ah ngantuk. Tak sambung besok aja ya

Selasa, 24 Mei 2016

Terindah

Suatu ketika dulu
Aku pernah dihanyut asmara
Tapi tak pernah ku tenggelam
Karena kekuatan cintamu
Menjadi perahu dan payungku
Hanyalah engkau yang mampu
Melenyapkan ragu menjadi tahu
Memupuskan kelu menjadi eru
Hanya engkaulah yang bisa
Menggantikan tawar menjadi rasa
Menggantikan tiada menjadi ada
Karena hanya engkaulah
Yang terindah di hidupku

Kamis, 14 April 2016

Tulisan Kasar Seorang Lelaki Kepada Wanita Alay

Wanita itu selalu ingin dimengerti, tapi dia tidak pernah tau bahwa lelaki itu memiliki derajat kebosanan juga. Lelaki diminta untuk sempurna, tetapi dia hanya makhluk yang lemah dan merasa paling kuat.
Tidak pernah mereka sadari bahwa lelaki yang baik itu tidak selalu perhatian kepadanya setiap saat. Lelaki yang baik justru yang memiliki waktu untuk dia disaat yang tepat. Bukan setiap saat.

Sayang kesini yuk? Besok bisa nggak, kalo nggak aku sama temen ku aja. Trus kalo pacarnya bilang gak mau. Ngambek. Apaan coba? Emang ngambek bisa menyelesaikan masalah?

Pikir deh pacar kamu kerja nya apa kalo setiap hari perhatian sama kamu.

Setiap lelaki juga manusia punya rasa cinta. Namun, cinta lelaki itu bukan semua perhatian ke kamu setiap saat.

Perhatikan deh orang tua kamu. Apakah mereka setiap saat berkomunikasi? Padahal udah ada ikatan pernikahan lo. Lah kamu baru pacaran aja udah segitunya ngatur pacar. Jadi apa ntar?

Trus ada yang bilang lagi di meme. Kalo sama kamu aja gak perhatian gimana pas udah menikah? Perhatian terus kapan suami kamu nyari makan? Harta emak bapak lo bisa menghidupi kamu selama hidup?

Kebiasaan sesorang manusia untuk tidak bersyukur memang menjadi masalah utama. Seorang wanita selalu ingin dapat perhatian kepada lelaki. Ketika telah menemukan yang baru apakah itu ditemukan? Ternyata tidak begitu seterusnya hingga berpuluh orang telah menjadi mantan kekasih wanita tersebut. Hahaha

Sungguh tidak ada perubahan ke arah yang baik jika engkau begitu teman. Lelaki akan beranggapan engkau yang memiliki mantan pacar yang banyak sebagai piala bergilir bukan sebagai orang yang berpengalaman dalam pacaran. Karena tidak ada pengaruh jumlah mantan dan pengalaman kamu dalam pacaran.

Senin, 29 Februari 2016

Surat untuk Ibu

Hai ibuku. Aku sekarang sudah ada di Surakarta. Aku sangat merasa senang bisa berada disini. Namun, lebih senang lagi jika melihat senyuman mu. Aku menulis ini sambil menangis lo. Aku tidak berharap engkau membacanya. Aku tau engkau buta aksara. Aku yakin engkau pasti senang mendengar aku telah kuliah.

Semenjak setahun terakhir engkau begitu susah melepaskanku untuk sekolah lagi. Alasannya aku terlalu jauh dan tidak bisa pulang kalau aku rindu. Aku tau itu bu. Tapi aku tidak bisa menolak doamu yang terkabul. Engkau begitu bangga mengatakan aku kuliah lagi, walaupun engkau tidak tau kuliah itu apa.

Engkau begitu renta untuk bekerja. Semenjak kecil tidak pernah engkau mengeluh untuk menghidupi adik-adikmu. Setelah menikah, kalian bersama menghidupi aku dan kakak-kakakku. Entah seberapa besar tenaga, uang, pikiran yang kalian sumbangkan untuk kami. Aku tidak dapat menghitungnya. Mungkin dunia seisinya tidak dapat membayarmu.  Caramu mendidik ku untuk jadi anak yang baik selalu ku ingat. Bahkan aku tau engkau setiap hari mendoakan ku untuk selalu sukses dan mendapatkan apa yang ku inginkan.

Aku pernah mendengar engkau menjual semua perhiasan dan barang yang engkau miliki demi anakmu. Aku lagi kan? Walau uang sedikit di dompet yang penting aku dapat kiriman. Aku tau engkau butuh makan bu. Tapi kalau ditanya pasti makan sayur. Mau dikata apa tetap saja itu yang kau punya. Aku tau engkau sering bohong kepadaku. Engkau mengatakan tidak pernah absen membeli ikan, namun itu tidak benar. Kalau pun membeli ikan itu pasti untuk bapak. Engkau rela makan kuah ikan kalau bapak menginginkan ikan. Begitu banyak pengorbananmu bu.

Pernah suatu hari saat aku SMA ada program pengentasan buta aksara. Sepertinya itu program mahasiswa Untan. Aku tau engkau butuh ilmu tersebut. Namun engkau lebih memilih anakmu. "Aku telah tua jadi gak bisa membaca juga tidak masalah. aku mati pun nanti tidak akan ditanya malaikat pendidikan sampai mana", katanya. "Kalau memang ditanya maka aku menjawab dua hari saja aku sekolah setelah itu, entahlah. Adik-adikku lebih butuh makan dari pada sekolahku", lanjutmu.

Aku tak menemukan kata egois dari dirimu. Aku hanya tau engkau selalu ingin anaknya bahagia bukan dia. Engkau begitu tegar di luar. Namun aku tau engkau sering sakit. Bahkan mengatakan tidak sakit. Aku juga tau engkau setiap malam selalu memikirkan kami anak-anakmu walau kami jarang demikian. Bapak sering bilang engkau sering menyebut namaku.

Dari hati yang paling dalam aku ingin mengatakan aku sayang ibu.

Sabtu, 13 Februari 2016

Lupakah kamu melihat ke depan?

Entah kapan besok entah kemarin
Tidak dapat melihat ke depan
Ketika bau bangkai yang mengacaukan
Tak bisa bisa dibedakan
Atau tak terikat
Begitu banyak suara yang dapat tercium.
Hingga lupa segala warna
Tiada lagi merah atau putih
Hanya hitam.

Begitu mudah pertempuran di medan perang
Hanya karena berbeda arti
Bukankah ada pindah pintu itu?
Tertutup semua ketika berbeda wajah
Wajah menyeramkan semisal iblis
Memang salahkan?
Atau hanya pura-pura salah
Entah

Awan tebal menutup langit
Seakan tidak ada mentari cerah
Tidak ada sinar lagi kah?
Hanya petir dan kilat
Fatamorgana!
Engkau lupa bersyukur
Pelangi kan muncul
Tanaman akan tumbuh
Udara segar akan datang
Lihat saja warna itu
Semua warna menerangi bumi
Muncul dari hitam
Semua pasti indah
Tunggu saja
Pasti
Ha

Hidup tak terlihat harum hanya jika kau lihat
Hidup tak terlihat warna jika kau suka hitam
Hidup tak terdengar indah jika engkau disini
Hidup perlu kamu maju bergerak terus tanpa henti

Be grateful.

Rabu, 10 Februari 2016

Aku bukan lagi aku

Bukan dirasuki setan atau iblis
Apalagi seorang malaikat yang baik hati
Ketika api bertemu air
Semua menjadi berbeda dari awal
Bukan karena salah orang
Bukan pula salah ajaran
Hanya sebuah drama hidup
Pemain ikut jalan cerita
Cerita gadis yang dilupakan sang bujang
Sebuah tangisan perubahan bukan main
Namun kematian adalah peristiwa harapan

Nah
Sekarang semua bunga nampak bersinar
Kembang merekah memancarkan sejuta warna
Duri yang tajam tidak terlihat
Harum semerbak menebarkan racun
Ketika semua mendukung kematian
Tidakkah kau menyadari?
Bukan kemasukan setan
Inilah dia
Hampa
Fana
Ah!

Seribu syair coba dibuat
Membangunkan hati yang keruh
Tercemar racun empedu
Hatinya pecah!
Tak mampu lagi merasa panas dingin
Tak ingat lagi kapan berubah terakhir kalinya
Begitu vakum
Tak mendengar suara
Zéro
0

Selasa, 09 Februari 2016

Mengapa Harus Lebay Memberi Judul Kalau Bisa Menjual Kejujuran

Lama tak bersua akhirnya saya menulis lagi. Kali ini live from Surakarta. Nah teman hari ini saya gak akan membahas Solo atau Surakarta ya.

Pembahasan saya kali ini mengenai Judul Artikel pada media elektronik. Tujuan dari judul sebenarnya adalah memberikan gambaran mengenai isi dari berita yang disampaikan, sehingga dengan membaca judul saja orang telah tergambar isi berita tersebut. Judul dibuat semenarik mungkin agar membuat orang membaca artikel atau berita yang dibuat. Isu yang ada pada berita tersampaikan dengan judul tersebut.

Mengapa situs penyedia berita cenderung berlebihan dalam memberikan judul? Ayo kita bahas!

1. Menarik perhatian
Judul yang menarik perhatian umumnya mengenai sesuatu yang dianggap baru atau sesuatu yang belum diketahui orang lain. Rasa ingin tahu akan membuat pembaca terbius untuk mengklik berita tersebut. Taunya diklik taraaa Zonk. Kadang kala jebakan demi jebakan yang akan kita dapatkan dari kesalahan ini, seperti isi berita yang berbeda dengan judul dan banyaknya iklan yang muncul di halaman tersebut. Ini tentu akan mengecewakan pembaca. Berita yang kurang benar akan memberikan hal negatif untuk pembaca, terutama jika pembaca hanya membaca dari satu sumber saja. It's fake news!!!.

Bencana alam atau kejadian tertentu misalnya sering memberikan beberapa persepsi pembaca. Hal yang paling sering memiliki data yang berbeda adalah kronologi peristiwa dan jumlah korban atau pelaku.

2. Memprovokasi mengenai kelompok atau golongan tertentu.
Saking mengidolakan atau membenci seseorang atau golongan tertentu, seorang penulis umumnya akan melakukan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menyebarkan berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Judul yang diberikan begitu menarik sehingga pembaca akan tertarik membaca berita tersebut. Apalagi pembaca dan penulis termasuk dalam pihak yang berkepentingan. Baik berkepentingan menyukai maupun membenci yang ditulis penulis.

3. Menaikkan rating website
Tentunya rating website mendatangkan prestise bagi penulis. Situs yang memiliki rating tinggi menurut Alexa akan menaikan kemungkinan naiknya nilai jual website tersebut. Baik untuk pengiklan maupun pembaca. Namun judul yang salah akan menipu pembaca. Gak malu ya membohongi orang lain? Bukankah jujur itu lebih menguntungkan.

4. Memperlihatkan kekinian (update)
Tren sekarang adalah kekinian. Nah inilah yang menjadi pusat perhatian penulis. Namun tidak ada salahnya menulis apa yang kita bisa bagikan yang berisi informasi yang benar. Walaupun tidak cenderung kekinian tapi menjadi diri sendiri tentu lebih akan mendatangkan keuntungan dari pada menjadi orang lain hanya menguntungkan orang lain.

Berikut ini saya bahas beberapa artikel yang berlebihan.
a. Bikin Nangis Bacanya! Jokowi Berhasil Tetapkan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa ASEAN. Selengkapnya. Pada artikel ini, saya tidak menemukan berita mengenai Bahasa Indonesia yang ditetapkan. Isinya hanyalah pendapat mengenai alasan bahasa Indonesia layak dijadikan bahasa resmi ASEAN, tidak lebih.

b. MENAKUTKAN !!! Ini Yang Akan Anda Rasakan dan Terjadi Ketika Tahu Anda Akan Mati Tidak Lama Lagi.. selengkapnya. Judulnya wow. Isinya gak tau deh.

c. Tak hanya Panasonic dan Toshiba yang bangkrut di Indonesia. Bukan isinya bangkrut hanya berkurang pendapatannya kali mas bro. Trus keluar deh dari Indonesia.

Dear my reader udah dulu ya. Capek euy jadi komentator hihihi.