Suatu ketika dulu
Aku pernah dihanyut asmara
Tapi tak pernah ku tenggelam
Karena kekuatan cintamu
Menjadi perahu dan payungku
Hanyalah engkau yang mampu
Melenyapkan ragu menjadi tahu
Memupuskan kelu menjadi eru
Hanya engkaulah yang bisa
Menggantikan tawar menjadi rasa
Menggantikan tiada menjadi ada
Karena hanya engkaulah
Yang terindah di hidupku
Selasa, 24 Mei 2016
Terindah
Kamis, 14 April 2016
Tulisan Kasar Seorang Lelaki Kepada Wanita Alay
Wanita itu selalu ingin dimengerti, tapi dia tidak pernah tau bahwa lelaki itu memiliki derajat kebosanan juga. Lelaki diminta untuk sempurna, tetapi dia hanya makhluk yang lemah dan merasa paling kuat.
Tidak pernah mereka sadari bahwa lelaki yang baik itu tidak selalu perhatian kepadanya setiap saat. Lelaki yang baik justru yang memiliki waktu untuk dia disaat yang tepat. Bukan setiap saat.
Sayang kesini yuk? Besok bisa nggak, kalo nggak aku sama temen ku aja. Trus kalo pacarnya bilang gak mau. Ngambek. Apaan coba? Emang ngambek bisa menyelesaikan masalah?
Pikir deh pacar kamu kerja nya apa kalo setiap hari perhatian sama kamu.
Setiap lelaki juga manusia punya rasa cinta. Namun, cinta lelaki itu bukan semua perhatian ke kamu setiap saat.
Perhatikan deh orang tua kamu. Apakah mereka setiap saat berkomunikasi? Padahal udah ada ikatan pernikahan lo. Lah kamu baru pacaran aja udah segitunya ngatur pacar. Jadi apa ntar?
Trus ada yang bilang lagi di meme. Kalo sama kamu aja gak perhatian gimana pas udah menikah? Perhatian terus kapan suami kamu nyari makan? Harta emak bapak lo bisa menghidupi kamu selama hidup?
Kebiasaan sesorang manusia untuk tidak bersyukur memang menjadi masalah utama. Seorang wanita selalu ingin dapat perhatian kepada lelaki. Ketika telah menemukan yang baru apakah itu ditemukan? Ternyata tidak begitu seterusnya hingga berpuluh orang telah menjadi mantan kekasih wanita tersebut. Hahaha
Sungguh tidak ada perubahan ke arah yang baik jika engkau begitu teman. Lelaki akan beranggapan engkau yang memiliki mantan pacar yang banyak sebagai piala bergilir bukan sebagai orang yang berpengalaman dalam pacaran. Karena tidak ada pengaruh jumlah mantan dan pengalaman kamu dalam pacaran.
Senin, 29 Februari 2016
Surat untuk Ibu
Hai ibuku. Aku sekarang sudah ada di Surakarta. Aku sangat merasa senang bisa berada disini. Namun, lebih senang lagi jika melihat senyuman mu. Aku menulis ini sambil menangis lo. Aku tidak berharap engkau membacanya. Aku tau engkau buta aksara. Aku yakin engkau pasti senang mendengar aku telah kuliah.
Semenjak setahun terakhir engkau begitu susah melepaskanku untuk sekolah lagi. Alasannya aku terlalu jauh dan tidak bisa pulang kalau aku rindu. Aku tau itu bu. Tapi aku tidak bisa menolak doamu yang terkabul. Engkau begitu bangga mengatakan aku kuliah lagi, walaupun engkau tidak tau kuliah itu apa.
Engkau begitu renta untuk bekerja. Semenjak kecil tidak pernah engkau mengeluh untuk menghidupi adik-adikmu. Setelah menikah, kalian bersama menghidupi aku dan kakak-kakakku. Entah seberapa besar tenaga, uang, pikiran yang kalian sumbangkan untuk kami. Aku tidak dapat menghitungnya. Mungkin dunia seisinya tidak dapat membayarmu. Caramu mendidik ku untuk jadi anak yang baik selalu ku ingat. Bahkan aku tau engkau setiap hari mendoakan ku untuk selalu sukses dan mendapatkan apa yang ku inginkan.
Aku pernah mendengar engkau menjual semua perhiasan dan barang yang engkau miliki demi anakmu. Aku lagi kan? Walau uang sedikit di dompet yang penting aku dapat kiriman. Aku tau engkau butuh makan bu. Tapi kalau ditanya pasti makan sayur. Mau dikata apa tetap saja itu yang kau punya. Aku tau engkau sering bohong kepadaku. Engkau mengatakan tidak pernah absen membeli ikan, namun itu tidak benar. Kalau pun membeli ikan itu pasti untuk bapak. Engkau rela makan kuah ikan kalau bapak menginginkan ikan. Begitu banyak pengorbananmu bu.
Pernah suatu hari saat aku SMA ada program pengentasan buta aksara. Sepertinya itu program mahasiswa Untan. Aku tau engkau butuh ilmu tersebut. Namun engkau lebih memilih anakmu. "Aku telah tua jadi gak bisa membaca juga tidak masalah. aku mati pun nanti tidak akan ditanya malaikat pendidikan sampai mana", katanya. "Kalau memang ditanya maka aku menjawab dua hari saja aku sekolah setelah itu, entahlah. Adik-adikku lebih butuh makan dari pada sekolahku", lanjutmu.
Aku tak menemukan kata egois dari dirimu. Aku hanya tau engkau selalu ingin anaknya bahagia bukan dia. Engkau begitu tegar di luar. Namun aku tau engkau sering sakit. Bahkan mengatakan tidak sakit. Aku juga tau engkau setiap malam selalu memikirkan kami anak-anakmu walau kami jarang demikian. Bapak sering bilang engkau sering menyebut namaku.
Dari hati yang paling dalam aku ingin mengatakan aku sayang ibu.