gambar

gambar
Ardiansah

Selasa, 01 November 2011

analisis kation dan analisis anion

Analisa kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat.                                                                                                                                                    Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan.
Didalam kation ada beberapa golongan yang memiliki ciri khas tertentu diantaranya :
1.      Golongan I : Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg.
2.     Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Ion golongan ini adalah Hg, Bi, Cu, cd, As, Sb, Sn.
3.     Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun kation ini membentuk endapan dengan ammonium sulfida dalam suasana netral / amoniakal. Kation golongan ini Co, Fe, Al, Cr, Co, Mn, Zn.
4.     Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III. Kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Ion golongan ini adalah Ba, Ca, Sr.
5.     Golongan V : Kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan regensia-regensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir. Kation golongan ini meliputi : Mg, K, NH4+.
                  Untuk anion dikelompokkan kedalam beberapa kelas diantaranya :
·          Anion sederhana seperti : O2-, F-, atau CN- .
·          Anion okso diskret seperti : NO3-, atau SO42-.
·          Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi
·          Anion kompleks halida seperti TaF6 dan kompleks anion yang berbasis bangat seperti oksalat.
Reaksi dalam anion ini akan lebih dipelajari secara sistematis untuk memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama. Hal ini meliputi asetat, formiat, oksalat, sitrat, salisilat dan benzoat. Analisis kualitatif menggunakan dua macam uji, yaitu reaksi kering dan reaksi basah. Reaksi kering dapat digunakan pada zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan digunakan untuk analisis semimikro dengan hanya modifikasi kecil.
Untuk uji reaksi kering metode yang sering dilakukan adalah
1.      Reaksi nyala dengan kawat nikrom : Sedikit zat dilarutkan kedalam HCL P. Diatas kaca arloji kemudian dicelupkan kedalamnya, kawat nikrom yang bermata kecil yang telah bersih kemudian dibakar diatas nyala oksidasi .
2.     Reaksi nyala beilstein : Kawat tembaga yang telah bersih dipijarkan diatas nyala oksida sampai nyala hijau hilang. Apabila ada halogen maka nyala yang terjadi berwarna hijau.
3.     Reaksi nyala untuk borat : Dengan cawan porselin sedikit zat padat ditambahkan asam sulfat pekat dan beberapa tetes methanol, kemudian dinyalakan ditempat gelap. Apabila ada borat akan timbul warna hijau.
Metode untuk mendeteksi anion memang tidak sesistematik seperti yang digunakan untuk kation. Namun skema klasifikasi pada anion bukanlah skema yang kaku karena beberapa anion termaksud dalam lebih dari satu golongan.Anion-anion dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a.     Anion sederhana seperti O2,F- atau CN-.
b.     Anion oksodiskret seperti NO3- atau SO42-.
c.     Anion polimer okso seperti silikat, borad, atau fospat terkondensasi.
d.     Anion kompleks halida, seperti TaF6 dan kompleks anion yang mengandung anion berbasa banyak seperti oksalat
Reaksi-reaksi dalam anion ini akan dipelajari secara sistematis untuk memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-sama, ini meliputi asetat, format, oksalad, sitrat, salisilad, benzoad, dan saksinat.
REAKSI:
Reaksi kation
Golongan I
Ag
1. Ag+ + HCL  AgCL  putih + H-                        2. 2Ag+ + 2 NaOH  2AgOH + 2Na+  coklat
3. 2Ag+ + 2NH4 OH  2 AgOH  NH+
Pb2+
1. Pb2+ + 2NaOH  Pb(OH)2  putih + 2 Na+                                     Pb(OH)2 + 2NaOH  Na2Pb(OH)4
2. Pb2+ +2 NH4OH  Pb(OH)2  putih + 2 NH4+                              3. Pb2+ + 2KI  PbI2
Golongan II
Hg2+
1. Hg2+ + 2KI  HgI2  merah + 2k+                                   HgI2 +2 KI  K2 HgI2
2. Hg2+ + 2 NaOH  Hg(OH)2  kuning +2 Na+                                3. Hg2+ +2 NH4OH Hg(OH)2  putih + 2NH4+
4. Hg2+ + 2CUSO4  Hg(SO4 )2 + 2 CU2+
Cu2+
1. Cu2+ + 2KI  CuI2 + 2K+                                                 2. Cu2+ + 2 NaOH  Cu(OH)2  biru + 2nA+
3. Cu2+ + 2NH4 OH  Cu(OH)2 biru + 2NH
Cd2+
1. Cd2+ + KI                                                                        2. Cd2+ + 2NaOH  Cd(OH)2 + 2 Na+
Cd(OH)2 + NaOH  Cd(OH04  putih                                                3. Cd2+ + 2 NH4OH  Cd(OH)2 + 2 NH+
Golongan III A
Fe2+
1. Fe2+ + 2NaOH  Fe(OH)2  hijau kotor + 2Na+            2. Fe2+ + 2NH4OH  Fe(OH)2  hijau kotor + 2NH4+
3. Fe2+ + 2K4Fe(CN)6  K4 {Fe(CN)6} biru + 4k+          4. Fe2+ + KSCN  Fe(SCN)2 + 2K+
Fe3+
1. Fe3+ + 3 NaOH  Fe(OH)3  kuning + 3Na+                  2. Fe3+ + 3 NH4 OH  Fe(OH)3  Kuning + 3NH4+
3. Fe3+ + 3K4Fe(CN)6}2  K4{Fe(CN)6}2  biru +3k+      4. Fe3+ + 3KCNS  Fe(SCN)3 + 3K+
Al3+
1. Al3+ + 3NaOH  Al(OH)3  putih + 3Na+                       2. Al3+ + 3NH4OH  Al(OH)3  putih + 3NH4+                                3. Al3+ + KSCN 
Golongan III
Zn2-
1. Zn2- + NaOH  Zn(OH)2  putih + 2Na+                       2. Zn2- + Na2CO3  ZN(CO3)2  putih + 2Na+
3. Zn2- + K4Fe(CN )6  Zn4{Fe(CN)6}2 tetap + 8k+
Ni2+
1. Ni2+ + 2NaOH  Ni(OH)2  hijau + 2Na+                     2. Ni2+ + NH4OH  Ni(OH)2  hijau + 2NH4+
3. Ni2+ + 2Na2CO3  Ni(CO3)2  hijau muda + 2Na      4. Ni2+ + K4Fe(CN)6  Ni4{Fe(CN)6}2 tetap + 8k+
CO2-
1. CO2- + NH4OH  CO(OH)2  hijau + 2NH4                  2. CO2- + 2NaOH  CO9OH)2  biru + 2Na+
3. CO2- + K4Fe(CN)6  CO4{Fe(CN)6}2 tetap + 8k+        4. CO2- + 2Na2CO3  CO(CO3)2  hijau muda + 2Na
Golongan IV
Ba2-
1. Ba2- + k2 CrO4  BaCrO4  kuning                                               2. Ba2- + Na2CO3  BaCO3  putih
Uji nyala                                                          Ba  kuning kehijaun
Ca2+
1. Ca2+ + K2CrO4  CaCrO4 Lart. Kuning +2K+                                2. Ca2+ + Na2 CO3  CaCO3 + 2Na+
Untuk uji nyala                                         Ca  merah kekuningan.
Sr2+
1. Sr2+ + K2CrO4  SrCrO4 Lart. Kuning + 2K                 2. Sr2+ + Na2CO3  SrCO3 + 2Na+
Untuk uji nyala                                         Sr  merah karmin
Golongan V
Mg2+
1. Mg2+ + 2 NaOH  Mg(OH)2 putih + 2Na+                     2. Mg2+ + 2 NH4OH  Mg(OH)2 tetap + 2NH4+
3. Mg2+ + Na3CO(NO2)6  Mg3{CO(NO2)6} Lart. Merah darah + 3Na

Reaksi Anion
Anion golongan A
Cl-
1. Cl- + AgNO3  AgCl  putih + NO3-                                               AgCl + 2NH3  Ag(NH3)2 + Cl­-
2. Cl- + Pb(CH3COO)2  PbCl2 putih + 2 CH3COO-          3. Cl- + CuSO4 
I-
1. I- + AgNO3  AgI putih + NO3-                                     2. I- + Ba(NO3)2                               3. 2I- + Pb(CH3COO)2  PbI2 + 2 CH3COO-
SCN-
1. SCN- + AgNO3  AgSCN putih + NO3                          2. SCN- + Pb(CH3 COO)2  Pb(SCN)2 putih + 2CH3COO-
3. SCN- + Pb(CH3 COO)2  Pb(SCN)2 putih + 2CH3COO-
Golongan B
S2-
1. S2- + AgNO3  Ag2S hitam + 2NO3                          Ag2S + HNO3
2. S2- + FeCl3  FeS hitam + HNO3                                   3. S2- + Pb(CH3COO)2  PbSO4 hitam + 2CH3COO-
Golongan C
CH3 COO-
1. CH3COO- + H2SO4  CH3 COOH + SO4                      2. CH3COO- + Ba(NO3)2
3. CH3COO- + 3FeCl3 + 2H2O (CH3COO)6 + 2HCL + 4H2O 3Fe(OH)2                                   CH3COO- merah + 3CH3COOH +HCL
Golongan D
SO32-
1. SO32- + AgNO3  Ag2SO3 putih + 2 NO3                                                  Ag2SO3 + 2HNO3  2AgNO3 + H2SO4
2. SO32- + Ba(NO3 )2  BaSO3 putih + 2NO3                                                                BaSO3 + 2HNO3  Ba(NO3)2 + H2SO3
3. SO32- + Pb(CH3COO)2  PbSO3 putih + 2CH3 COO-                                                PbSO3 + 2HNO3  Pb(NO3) 2 + H2SO3
CO32-            1. CO32- + AgNO3  Ag2CO3 putih + 2NO3-                   Ag2CO3 + 2NO3-  2AgNO3 + H2CO3
2. CO32- + Mg(SO4)2  MgCO3 putih + 2SO42-
Golongan E
S2O3             1. S2O32- + FeCl3  Fe(S2O3 )3 Cl + 2Cl-                        2. Pb(CH3COO)2  PbS2O3 putih + 2CH3COO-
Golongan F
PO43-
1. PO43- + Ba(NO3 )2  Ba3(PO4 )2 putih + 2NO3-                        2. PO43- + FeCl3  FePO4 putih kuning + 3 Cl-
Golongan G
1. Anion NO32-  coklat tipis + FeSO4 + H2SO4 P.                     2. NO32- + 4H2SO4 + 6FeSO4  6Fe + 2NO + 4SO4 + 4H2O

Tidak ada komentar: