gambar

gambar
Ardiansah

Rabu, 02 November 2011

Google Bunuh Google Buzz


TEMPO Interaktif, California - Wakil Presiden Google Bradley Horowitz menyatakan akan menutup aplikasi Google Buzz. Dia menuturkan bahwa pengguna Google buzz masih bisa melihat hasil postingan mereka di profile Google dan mengunduhnya melalui Google Takeout.
"Dalam beberapa pekan lagi, kami akan mematikan aplikasi Google Buzz dan Buzz API, dan lebih fokus ke Google+," ujar Horrowitz melalui blog Google, Senin, 17 Oktober 2011.
Pendiri Google, Larry Page, pekan lalu menuturkan bahwa pengguna Google+ sudah mencapai 40 juta. Ratusan foto sudah dibagikan melalui jejaring sosial ini. "Kami baru saja memulai," ujar Page.
Sementara Google Buzz yang diluncurkan sejak Februari 2010 mulai menurun peminatnya karena diketahui bermasalah dalam soal isu privasi. Sejumlah penggunanya memprotes privasi pengguna aplikasi yang mirip Twitter ini.
Pengguna Google Buzz tak bisa menghalangi orang yang ingin mengikuti status-status mereka. Google terus berusaha memperbaiki isu privasi untuk menambah penggunanya. Sayangnya, sulit untuk membuat daftar pengikut (follower) pengguna Google buzz menjadi privat atau tidak bisa dilihat pengguna lain. Masalah ini kemudian membuat Komisi Perdagangan Federal (FTC) menekan Google untuk meneken "Program Komprehensif Privasi" pada Maret lalu.
Masalah privasi sebenarnya hanya satu masalah. Buzz menjadi kurang diminati karena fitur-fitur yang kurang menarik bagi penggunanya.
Melalui akun Google+, Horowitz menjelaskan lebih detail tentang penutupan Buzz. "Kami rasa sudah datang waktunya untuk memfokuskan energi kami dalam proyek yang memberikan dampak lebih besar," ujar dia.
Horowitz juga menekankan masalah privasi di Google Buzz membuat Google lebih fokus membuat kendali kepada pengguna, khususnya untuk Google+. Dalam fitur Google+ bernama Circle, Google memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memilih apakah penggunanya bisa mengakses status dan postingan mereka. "Kami belajar privasi bukanlah fitur, tapi ini adalah fondasi suatu produk," ujar dia.
Tak hanya Buzz yang dipangkas, perusahaan ini juga sudah menutup Google Labs pada Juli lalu. Lalu ada Jaiku, situs yang diakuisisi pada 2007, dan Code Search, situs pencari kode. Keduanya akan ditutup pada 15 Januari 2012.
ZDNETASIA.COM | NZHERALD.CO.NZ | DIANING SARI


sumber

Tidak ada komentar: